skip to Main Content
KETRAMPILAN ABAD 21

KETRAMPILAN ABAD 21

Abstrak

 

Perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi yang begitu cepat, mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat dewasa ini. Percepatan teknologi ini perlu disikapi dengan biajak, agar perkembangannya lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.

Dunia pendidikan mulai tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus menyesuaikan pola dan metode pembelajarannya agar mampu menghadapi tantangan tersebut. Kurikulumnya harus mengacu pada percepatan teknologi, sehingga peserta didik mampu berperan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu pesat. Pola yang digunakan dala pembelajaran abad 21, apa yang dikemas dalam istilah 4C, yaitu communication, collaborative, crithical thinking and problem solving dan creativity and innovation. Metode 4C ini diharapkan mampu membawa peserta didik untuk menghadapi kehidupan abad 21.

Pendidikan dengan menggunakan metode 4C, diharapkan berguna bagi peserta didik dalam kompetensi era digital. Guru dan dosen harus memasukan metode 4 C ini dalam RPP atau RPS pembelajarannya.

 

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Dunia berkembang begitu cepat, dari tahun ke tahun. Semua berjalan seiring dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang kehidupan. Dengan berkembangnya teknologi yang berjalan begitu pesat dalam akhir abad ke-20, menuntun umat manusia untuk memasuki milenium berikutnya yang lebih menantang yaitu abad-21 yang sarat dengan majunya teknologi komunikasi yang ditandai dengan pemakaian massal dan masif alat-alat teknologi komunikasi genggam (gadget) yang berpengaruh pada budaya dan gaya hidup umat manusia.

Manusia mau tidak mau harus dapat mengikuti perkembangan tersebut dengan mengembangkan berbagai keterampilan yang dapat berjalan sejalan dan sirama dengan perkembangan teknologi. Keterampilan-keterampilan tersebut harus terus menerus dikembangkan agar manusia dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan yang semakin pesat tersebut. Keterampilan itu akan menuntun umat manusia ke arah yang lebih baik sebagai perannya sebagai khalifah di muka bumi. Keterampilan-keterampilan tersebut kemudian berkembang dan disebut dengan ketrampilan abad 21.

 

PEMBAHASAN

1. Pengertian umum keterampilan abad 21

Keterampilan  abad  ke-21  merupakan salah satu topik yang sering dibahas akhir- akhir ini. Perkembangan dunia abad 21 ini ditandai dengan kemajuan dan tuntutan zaman salah  satunya  teknologi.  Abad  21,  sumber daya manusiamulai digantikan dengan teknologi  sehingga  keterampilan  yang dimiliki  manusia  sekarang  sudah  tidak  bisa lagi mengikuti standar zaman dulu. Pada era globalisasi saat ini, semua dapat menjadi lebih mudah dan praktis. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penerapan teknologi canggih berupa aplikasi yang menyediakan kebutuhan untuk mempermudah kelangsungan hidup manusia. Selain itu adanya robot-robot pintar yang sudah mulai dimanfaatkan beberapa perusahaan untuk memproduksi suatu barang di perusahaan. Manusia sebagai quality control yang hanya mengontrol dan memperbaiki alat maupun produk ketika ada kerusakan. Fenomena tersebut menyebabkan kebutuhan SDM akan menurun, karena perusahaan menggunakan robot sebagai karyawannya (https://www.cnnindonesia.com).

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan pada abad 21 tersebut tentunya menuntut adanya perubahan    kompetensi    yang  dibutuhkan dalam dunia kerja. Berdasarkan penelitian Trilling   dan   Fadel   (2009)   menunjukkan bahwa tamatan sekolah menengah, diploma dan pendidikan tinggi masih kurang kompeten dalam hal: (1) komunikasi oral maupun tertulis, (2) berpikir kritis dan mengatasi masalah,  (3)  etika  bekerja  dan profesionalisme, (4) bekerja secara tim dan berkolaborasi, (5) bekerja di dalam kelompok yang  berbeda,  (6)  menggunakan  teknologi, dan  (7)  manajemen  projek  dan kepemimpinan. Dengan demikian kompetensi dan  kemampuan  yang  harus  dimiliki seseorang untuk menghadapi tuntutan abad 21 itu sangat kompleks.

2. Jenis-jenis keterampilan abad 21

Terdapat tujuh jenis keterampilan hidup yang dibutuhkan di Abad 21. Wagner (2010) menyatakan tujuh keterampilan  yang  dibutuhkan  di  abad  21 yaitu (1) kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, (2) kolaborasi dan kepemimpinan, (3) ketangkasan dan kemampuan beradaptasi, (4) inisiatif dan berjiwa entrepeneur, (5) mampu berkomunikasi  efektif  baik  secara  oral maupun tertulis, (6) mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan (7) memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi.

US-based Apollo Education Group mengidentifikasi sepuluh   keterampilan yang diperlukan  untuk  bekerja  pada  abad  ke-21, yaitu  keterampilan  berpikir  kritis, komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, produktifitas dan akuntabilitas,  inovasi,  kewarganegaraan global,  kemampuan  dan  jiwa entrepreneurship, serta kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan mensintesis informasi (Barry, 2012).  Abad 21 menuntut pendidikan   untuk   mempersiapkan   peserta didik yang mampu menghadapi persaingan ekonomi global. Partnership for 21st Century Skills menekankan bahwa pembelajaran abad 21 harus mengajarkan 4 kompetensi yaitu communication, collaboration, critical thinking,  dan  creativity.  Frydenberg  & Andone (2011) juga menyatakan untuk menghadapi pembelajaran di abad 21, setiap orang harus memiliki keterampilan berpikir kritis, pengetahuan dan kemampuan literasi digital, literasi informasi, literasi media dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi.

3. Keterampilan abad 21 dalam proses pembelajaran

 Communication

Komunikasi adalah salah satu kunci sukses dalam hidup ini. Banyak sekali problem bermunculan, baik di level keluarga, masyarakat, lingkungan kerja, kehidupan bernegara, bahkan antarnegara, ternyata berawal dari miscommunication. Saya pernah juga mengalami problem ini ketika berinteraksi dengan kawan lewat sebuah aplikasi chatting. Akhirnya saya menyadari, bahwa komunikasi itu memiliki 2 dimensi, yaitu dimensi verbal alias isi atau konten, dan dimensi non verbal alias cara penyampaian.

Tentu komunikasi tidak sesederhana satu paragraph yang saya sampaikan tersebut. Komunikasi itu ilmu yang sangat luas, dan merupakan disiplin ilmu tersendiri. Hanya saja, di abad ini, belajar bagaimana berkomunikasi yang baik, ternyata menjadi sebuah kewajiban.

Komunikasi  merupakan  proses  transmisi  informasi,  gagasan,  emosi,  serta keterampilan dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis,angka, dsb.Raymond Ross  (1996) mengatakan bahwa “Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol- simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator”.

Kecakapan komunikasi dalam proses pembelajaran antara lain sebagai berikut.

  1. a) Memahami,  mengelola,  dan  menciptakan  komunikasi  yang  efektif  dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia (ICT Literacy).
  2. b) Menggunakan kemampuan untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi, di dalam dan di luar kelas, maupun tertuang pada tulis
  3. c) Menggunakan bahasa lisan yang sesuai konten dan konteks pembicaraan dengan lawan bicara atau yang diajak berkomunikasi.
  4. d) Selain  itu  dalam  komunikasi  lisan  diperlukan  juga  sikap  untuk  dapat mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain, selain pengetahuan terkait konten dan konteks pembic
  5. e)  Menggunakan alur pikir yang logis, terstruktur sesuai dengan kaidah yang b
  6. f) Dalam Abad 21 komunikasi tidak terbatas hanya pada satu bahasa, tetapi kemungkinan multi-bahas

 

Collaborative

Collaborative artinya kemampuan berkolaborasi, alias bekerjasama, saling bersinergi, menyatukan potensi kita dengan potensi orang lain demi tujuan tertentu. Sayangnya, alih-alih mampu bersinergi, banyak di antara kita justru trauma bekerjasama dengan orang lain. Menurut Stephen Covey, perkembangan kedewasaan seseorang ternyata harus menempuh 3 periodesasi, yaitu dependency, independecy dan interdependency.

Kolaborasi dalam proses pembelajaran merupakan suatu bentuk kerjasama dengan satu sama lain saling membantu dan melengkapi untuk melakukan tugas-tugas tertentu agar diperoleh suatu tujuan yang telah ditentukan.

Kecakapan terkait dengan kolaborasi dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut.

  1. a) Memiliki kemampuan       dalam       kerjasama berkelom
  2. b) Beradaptasi  dalam      berbagai      peran      dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain.
  3. c) Memiliki empati dan menghormati perspektif berb
  4. d) Mampu  berkompromi  dengan  anggota  yang  lain  dalam  kelompok  demi tercapainya tujuan yangbtelah ditetapk

 

Critical Thinking and Problem Solving

Di dalam pendidikan, critical thinking skilmerupakan salah satu hal yang penting untuk dikembangkan. Berikut beberapa pertimbangan dalam mengembangkan critical thinking skill menurut H. A. R. Tilaar (2011: 19) yaitu (1) Mengembangkan berpikir kritis di dalam pendidikan berarti kita memberikan penghargaan kepada peserta didik sebagai pribadi (respect a person). Hal ini akanmemberikan kesempatan kepada perkembangan pribadi peserta didik sepenuhnya karena mereka merasa diberikan kesempatan dan dihormati akan hak- haknya dalam perkembangan pribadinya. (2) Berpikir kritis merupakan tujuan yang ideal di dalam pendidikan karena mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan kedewasaannya. (3) Perkembangan berpikir kritis dalam proses pendidikan merupakan suatu cita- cita tradisional seperti apa yang ingin dicapai melalui pelajaran ilmu -ilmu eksata dan kealaman serta mata pelajaran lainnya  yang secara tradisional dianggap dapat mengembangkan berpikir kritis.  (4)  berfikir  kritis merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan demokratis. Demokrasi hanya dapat berkembang apabila warga   negaranya   dapat   berpikir   kritis   di dalam masalah-masalah politik, sosial, dan ekonomi.

Adapun Ryan (2015), mengajarkan critical thinking skill dengan memberikan kesempatan  siswa  untuk  berperan  aktif dengan memberikan pertanyaan dan tantang sehingga siswa termotivasi untuk aktif mengejar rasa ingin tahunya. Senada dengan hal di atas, Bonnie dan Potts (2003),mengemukakan ada tiga buahstrategi untuk mengajarkan kemampuan-kemampuan critical thinking skill, yaitu: (1) Building categories (membuat klasifikasi), (2) finding problem (menemukan masalah), dan (3) enhancing  the  environment (mengkondusifkan lingkungan). Ciri dari mengajar untuk berpikir kritis meliputi: (1) Meningkatkan interaksi di antara para siswa sebagai pembelajar, (2) dengan mengajukan pertanyaan  open-ended,  (3)  memberikan waktu   yang  memadai   kepada   para   siswa untuk memberikan refleksi terhadap pertanyaan yang diajukan atau masalah- masalah yang diberikan, dan (4) teaching for transfer (mengajar untuk dapat menggunakan kemampuan  yang  baru  saja  diperoleh terhadap situasi-situasi lain dan terhadap pengalaman sendiri yang para siswa miliki).

Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang dapat mengembangkan critical thinking skill ada pembelajaran yang menggunakan pendekatan student center dan menerapkan model pembelajaran dimana sintaksnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif dan enam kamampuan dalam critical thinking skill dapat muncul dalam diri peserta didik.

 

Creativity and Innovation

 

Kreativitas, menurut The Liang Gie didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menciptakan penggabungan baru. Kreativitas akan sangat tergantung kepada pemikiran kreatif seseorang, yakni proses budi seseorang dalam menciptakan gagasan baru. Kreativitas yang bisa menghasilkan penemuan-penemuan baru (dan biasanya bernilai secara ekonomis) sering disebut sebagai inovasi.

Creativity is the achievement of something remarkable and new, something which transforms and changes a field of endeavor  in a significant way . . . the kinds of things that people do that change the world.” Guilford (1976) mengemukakan kreatifitas adalah cara-cara berpikir yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berpikir heuristik dan berpikir lateral. Kecakapan-kecakapan itu antara lain dapat  adalah :

  1. a) Memiliki  kemampuan    dalam    mengembangkan,    melaksanakan,    dan  menyampaikan gagasan-gagasan baru secara lisan atau tulis
  2. b) Bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berb
  3. c) Mampu mengemukakan ide-ide kreatif secara konseptual dan prakti
  4. d) Menggunakan konsep-konsep atau pengetahuannya dalam situasi baru dan berbeda, baik dalam mata pelajaran terkait, antar mata pelajaran, maupun tidak.

Nilai-nilai Keterampilan Abad 21 dalam Kurikulum 2013

Salah satu karakteristik pembelajaran dalam Kurikulum 2013 adalah harus dapat mengarahkan peserta didik untuk memahami potensi, minat dan bakatnya dalam rangka pengembangan karir, baik di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun karir di masyarakat. Oleh sebab itu, maka peserta didik harus dipersiapkankan untuk memiliki kualitas karakter yang sesuai dengan tuntutan kecakapan Abad 21 sebagai berikut.

a. Iman &  aqwa;

Undang-Undang No. 20, Tahun 2003 pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Oleh sebab itu, maka pengembangan karakter iman dan dan taqwa menjadi tuntutan utama dalam proses pendidikan.

b. Cinta tanah air;

Memiliki  rasa cinta tanah  air yaitu rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan. (self patriotism).

c. Rasa ingin tahu;

Mampu meningkatkan kualitas dirinya melalui berbagai aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari dengan penuh rasa ingin tahu untuk meningkatkan kualitas dirinya (personal productivity and curiosities).

d. Inisiatif;

Memiliki sejumlah keahlian dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sebagai mahluk individu dan mahluk sosial yang dapat menginisiasi orang lain untuk berbuat kebaikan (initiative kills).

e. Gigih;

Memiliki sikap bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatan yang dilakukan sebagai seorang individu mandiri (personal responsibility), serta menghargai dan menjunjung tinggi pelaksanaan etika dalam menjalankan kehidupan sosial bersama ethics).

f. Kemampuan Beradaptasi;

Memiliki  kemampuan dalam beradaptasi  dan beradopsi  dengan berbagai perubahan yang terjadi sejalan dengan dinamika kehidupan (adaptability).

g. Kepemimpinan;

Memiliki sikap dan kemampuan untuk menjadi pemimpin dan menjadi yang terdepan dalam berinisiatif demi menghasilkan berbagai terobosan- terobosan (leadership).

h. Memiliki rasa bertanggung jawab terhadap lingkungan kehidupan maupun komunitas yang ada di sekitarnya, serta mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan (sosial and cultural responsibility).

i. Memiliki alasan dan dasar yang jelas dalam setiap langkah dan tindakan yang dilakukan (accountability).

Untuk mewujudkan kualitas karakter abad 21, maka diupayakan adanya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk mengembangkan nilai karakter religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreativ, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lain-lain. Nilai nilai tersebut dapat dikristalisasikan menjadi 5 nilai utama yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

Tugas Profesionalisme Guru

Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi profesional yang mencakup;

1)  Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

2)  Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,  dan seni.

3) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.

4)  Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.

5)  Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Berdasarkan kompetensi profesional guru tersebut di atas, maka tugas guru dalam mengembangkan kacakapan peserta didik sesuai dengan tuntutan abad 21 adalah sebagai berikut.

1) Merancang  dan  mengembangkan  pengalaman  belajar  dan  penilaian  secara manual dan digital dengan mengintegrasikan berbagai alat dan sumber belajar yang relevan untuk mendorong peserta didik agar memiliki keterampilan berpikir lebih tinggi dan lebih kratif.

2) Memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreatifitas peserta didik sesuai karakter kacakapan yang diperlukan (4K = 4C), yang dapat dilaksanakan antara lain dengan melibatkan peserta didik dalam menggali interkoneksi antara pengetahuan yang diperolehnya dengan isu dunia nyata (real world), termasuk dalam penggunaan teknologi.

3) Merancang dan menyediakan alat evaluasi yang bervariasi sesuai tuntutan kompetensi,  dan  mengolahnya  sehingga  dapat  memberikan  informasi  yang berguna bagi peserta didik maupun pembelajaran secara umum.

4) Menjadi model cara belajar dan bekerja antara lain dengan menunjukkan kemahiran dalam sistem teknologi dan mentransfer pengetahuan ke teknologi dan situasi yang baru, dan berkolaborasi dengan peserta didik, teman sejawat, dan komunitas dalam menggunakan berbagai alat dan sumber yang relevan untuk mendorong keberhasilan dan inovasi, termasuk penggunaan teknologi.

5)   Berpartisipasi dalam pengembangan dan kepemimpinan professional antara lain dengan berpartisipasi dalam masyarakat lokal dan global untuk meningkatkan pembelajaran,   dan   menunjukkan   kepemimpinan   melalui   partisipasi   dalam pengambilan    keputusan    bersama    dan  penggabungan    komunitas,    serta berkontribusi   terhadap   efektifitas   dan   pembaharuan   diri   terkait   dengan profesi  guru baik di sekolah maupun dalam masyarakat.

 

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari paparan di depan, maka penulis mendapatkan beberapa kesimupualn sebagai berikut :

  1. Keterampilan abad 21 adalah kompetensi yang sangat berguna dalam menyongsong era globalisasi dan indutrialisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad 21.
  2. Ada 4 jenis keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh setiap siswa dalam dunia pendidikan, yaitu Critical thingking, Communication, Collaborative dan Creativity and Innvoation yang disingkat dengan 4C.
  3. 4C harus diintegrasikan dalam kurikulum dan pembelajaran.
  4. Para guru dapat menerapkan keterampilan 4C dalam kegiatan pembelajaran dimulai dari tahap penyusunan RPP, kegiatan pembelajaran dan evaluasi.
  5. Dibutuhkan usaha yang lebih keras dari para guru untuk membuat inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran dengan memasukkan unsur 4C di dalamnya.

 

  1. Saran dan Implikasi
  2. Kepada para pemangku kebijakan harus dapat lebih mensosialisasikan dan mendorong penerapan 4C kepada guru-guru melalui berbagai pelatihan.
  3. Jangan menjadikan 4C hanya sekedar slogan tapi harus berusaha untuk membumikannya melalui integrasi ke dalam semua mata pelajaran.
This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *