STAIAS 1
STAIAS 2
STAIAS 3
STAIAS_5
11032012003
MILAD 1
MILAD 13
MILAD 15
gedung stai 1
logo stai ashd baru 2

Berita

Tantangan Ulama dan Cendekiawan Muslim

Mendesak, Pembuatan Tafisr Alquran untuk Pendidikan

   BANDUNG, (PRLM).- Kalangan ulama dan cendekiawan Muslim ditantang untuk lebih   mengembangkan tafsir Alquran yang lebih fungsional sehingga bisa menjawab      tantangan zaman. Tafsir Alquran tidak hanya didekati dengan kajian bahasa dan  sastra, namun juga dari aspek korelasi dalam pengalaman kehidupan sehari-hari.

 “Alquran merupakan kitab petunjuk umat manusia sehingga penafsirannya harus  berkembang disesuaikan dengan kondisi kehidupan masa kini,” kata Asisten Direktur  Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (UGD), Prof. Dr. H.  Nur Wajah, dalam seminar internasional “"Islam Berkemajuan, Capaian, Tantangan, dan Strategi ke Depan" di Hotel Bali World, Rabu (30/10/2013).

 

Kang Said: Semua Amalan NU Ada Dalilnya

Jumat, 18/10/2013 12:01

 

kang saidJakarta, NU Online, Warga NU harus bangga dan mantap dengan semua amalan atau tradisi keagamaan yang dijalankan. Tak perlu menghiraukan kicauan kelompok yang gemar menuding bid’ah karena semua amalan dan tradisi itu ada dalilnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan hal itu di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dalam kegiatan Kuliah Umum di Aula gedung PBNU, Kamis (17/10).

Kang Said, memulai penjelasan dengan membahas bab Sunnah Nabi. Dijelaskannya, sunnah itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu sunnah qauliyah (ucapan), sunnah fi`liyah (perilaku/pekerjaan) dan sunnah taqririyyah (pembenaran).

Ia menekankan penjelasan tentang sunnah taqririyah. “Kalau yang melakukan itu orang lain dan telah mendapatkan pembenaran dari Rasulullah, mendapat legitimasi, maka menjadi sunnah taqririyyah,” jelasnya.

Liga Arab dan OKI Serukan Gencatan Senjata di Suriah

Jumat, 11 Oktober 2013 - 13:21 WI

 

 

Anak pengungsi Suriah di Turki mengacungkan 2 jari tanda kemenangan.

Hidayatullah.com—Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) hari Kamis (10/9/2013) mendesak pemerintah Suriah dan kelompok oposisi agar saling menahan diri dan melakukan gencatan senjata selama Idul Adha yang akan tiba pekan depan, lapor Reuters.

Konflik berdarah di Suriah yang sudah berlangsung selama 2,5 tahun itu telah menewaskan lebih dari 120.000 orang dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah serta kampung halaman mereka untuk mencari selamat di negeri tetangga.

Dalam pernyataan bersama, sekretariat jenderal kedua organisasi itu menyeru agar para pihak yang bertikai di Suriah melakukan gencatan senjata penuh, menghentikan semua bentuk kekerasan dan pembunuhan pada masa Hari Raya Idul Adha mendatang.*

 

 

PTAI PERLU “JAMU” YANG KUAT UNTUK MEMUASKAN PELANGGAN

oleh Subdit Kelembagaan | Tanggal: 10/10/2013

 

Serang, (Diktis, 9/10). Demikian penegasan Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Dr. Mastuki, ketika menutup acara Rapat Koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu PTAIN di Hotel Le Dian, Serang, Banten, 7 – 9 Oktober 2013. “Sekarang atau tidak sama sekali, now or never,” lanjut Mastuki menekankan bahwa penerapan sistem penjaminan mutu (jamu) pendidikan tinggi merupakan keharusan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. “Oleh karena itu perlu komitmen dari semua stakeholder, terutama para pimpinan PTAI,” tegasnya lagi.

DIKTIS MERILIS PTAI “NAKAL”

oleh Subdit Kelembagaan | Tanggal: 07/10/2013 Jam: 21:32:21 |

 

Jakarta, 4/10. Beberapa PTAI yang melaksanakan kelas jauh dirilis oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Proses rilis tersebut memang membutuhkan waktu cukup lama. Pada awalnya, identifikasi beberapa PTAI bersumber dari informasi masyarakat. Masyarakat yang “tidak rela” penyelenggaraan pendidikan tinggi dilaksanakan tanpa mutu melaporkan ke Direktorat Pendidikan TInggi Islam melalui berbagai media. “Ada yang mengirimkan lewat SMS, email, surat, kotak pengaduan, dan lain sebagainya,” kata Anis Masykhur, Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Diktis.

 

More Articles...